.credit-wrapper{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPglJWkHzdIsehjcoz42EqIBXZzW2SSUYgf5YRpGdtvhZdb0antxmVojcMhDCKbtjXM04GXihEBuu-6nprucbMHkoNC4aPkIdf-Qy1I_zBnBr84UuMEETL2UTKEkc7LFcLXsMbNUsR6R1e/s320/post-divider%2520%25281%2529.png) no-repeat center; padding-top:70px}.credit a:link,.credit a:visited,.credit a:hover{color:#222;text-decoration:none}

bioscurity

Metode ilmiah yang diterapkan CP Prima atas peternakan udangnya telah membuktikan bahwa Perseroan telah menerapkan pola pengamanan biologis secara ketat guna menekan risiko penularan penyakit dan bahan pencemar lainnya, hal ini memungkinkan Perseroan menghasilkan udang yang seratus persen bebas dari antibiotik dan memenuhi prosedur serta standar makanan internasional.

Meningkatkan Infrastruktur dan Bio-sekuriti
Sistem pengelolaan air tertutup dan tambak tambak modular memungkinkan CP Prima dalam mengisolasi masing-masing tambak untuk dijadikan sebagai unit operasi tersendiri. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit maupun kontaminasi dari satu tambak ke tambak lainnya, yang mana hal ini tetap menjadi kunci utama bagi keberhasilan proses peternakan udang hingga panen dalam siklus 120 hari.

Faktor kunci sukses Lain dari CP Prima adalah kemampuan untuk menduplikasikan dan menerapkan pola pengamanan biologis secara ketat di seluruh lokasi tambak yang dioperasikan oleh Perseroan. Selanjutnya, langkah utama yang dilakukan Perseroan pada tahun 2007 adalah meningkatkan infrastruktur dan bio-sekuriti pada tambak Dipasena dengan cara mengubah tambak ini menjadi sistem modular.


Program pelatihan di lokasi tambak
CP Prima tetap menerapkan kebijakan ketat dalam pembibitan benur yang bebas dari jenis patogen spesifik (SPF) dan memiliki daya tahan terhadap pathogen spesifik (SPR). CP Prima juga memastikan bahwa  udang yang masuk ke dalam tambak pembibitan, benar-benar berasal dari broodstock yang bebas SPF/SPR dan berasal dari fasilitas genetik induk udang terkemuka di Florida, USA yang mengadopsi Shrimp Improvement System (SIS).

Pengelolaan air merupakan salah satu faktor kritikal dalam peternakan udang berkualitas tinggi. Seluruh air yang digunakan diproses secara hati-hati dengan menggunakan prosedur desinfeksi ringan dan sistem filtrasi penyaringan untuk menghindari bibit potensial yang mengandung berbagai penyakit. Sebelum tambak dikuras, desinfektan dicampurkan ke dalam air untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit. Plastik pelapis yang kuat digunakan sebagai penutup permukaan tambak untuk mencegah kontak antara air tambak dan tanah di sekelilingnya. Di tiap tambak juga terdapat jaring berbentuk tabung yang steril untuk keperluan pengambilan bahan pengujian. Berat jenis, kualitas udang dan kandungan penyakit dalam air tambak di monitor setiap minggu selama proses akuakultur. Sebagai langkah terakhir, CP Prima menerapkan sistem pengendalian pemangsa yang tidak mematikan untuk mencegahnya masuk ke lingkungan tambak. Sebagai contoh, alat pengusir burung dan kepiting digunakan untuk mencegah masuknya dua jenis pemangsa ini ke dalam tambak.

CP Prima mempunyai Divisi yang terdiri sekelompok petambak berpengalaman yang menyediakan jasa pelatihan bagi pada petambak plasma di tiap wilayah operasi, dan memberikan pengetahuan mengenai pola pengamanan biologis yang ketat, dan memastikan bahwa Standard Operating Procedures (SOP) telah mengacu pada pedoman dan teknik pembibitan, jadwal pemberian makan, pengambilan bahan pengujian serta pengelolaan air.


Riset dan pengembangan

Pusat litbang Perseroan juga terus mengembangkan serta menyempurnakan langkah-langkah pengamanan biologis dan pengelolaan risiko di seluruh mata rantai produksi yang terintegrasi. Hingga saat ini, kegiatan produksi CP Prima belum pernah terhenti karena penyebaran penyakit maupun pencemaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar