.credit-wrapper{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPglJWkHzdIsehjcoz42EqIBXZzW2SSUYgf5YRpGdtvhZdb0antxmVojcMhDCKbtjXM04GXihEBuu-6nprucbMHkoNC4aPkIdf-Qy1I_zBnBr84UuMEETL2UTKEkc7LFcLXsMbNUsR6R1e/s320/post-divider%2520%25281%2529.png) no-repeat center; padding-top:70px}.credit a:link,.credit a:visited,.credit a:hover{color:#222;text-decoration:none}

Rabu, 19 November 2014

CP Prima Berhasil Temukan Penangkal Virus IMNV

CP Prima Berhasil Temukan Penangkal Virus IMNV

Tanggal: 16 September 2014
Sumber: Press Release
JAKARTA —Virus IMNV yang masih menjadi momok menakutkan bagi para petambak udang kini telah ditemukan penangkalnya. Virus IMNV awalnya menyerang budidaya udang di Brasil sejak tahun 2004 kemudian menyebar ke Indonesia pada tahun 2006.
“Melalui proses ilmiah modern yang panjang dan mendalam PT Central Proteina Prima Tbk (CP Prima) telah menemukan formula yang diharapkan menjadi solusi penangkal virus yang menjadi masalah utama budidaya udang tidak hanya di Indonesia namun juga di beberapa negara lainnya,” papar George Basoeki, Head of Corporate Communication PT Central Proteina Prima Tbk.
Namun demikian seperti dijelaskannya, penerapan solusi ini tetaplah harus diiringi dengan biosecurity yang ketat, penerapan tata cara budidaya yang baik, penggunaan pakan yang berkualitas, dan pemakaian bibit udang (benur) berkualitas dan bersertifikasi. “Langkah tersebut adalah syarat mutlak disamping penggunaan formulasi ini,” tegas George.
Seperti diuraikannya, selama penelitian di laboratorium milik CP Prima, percobaan terhadap IMNV dilakukan di dua grup yang berbeda, control group (grup yang tidak diberikan formulasi khusus) dan treatment group (group yang diberikan formulasi khusus).
Selanjutnya kedua grup ini diinfeksikan dengan IMNV. “Hasil percobaan yang dilakukan berulang kali menunjukkan formulasi yang diberikan di treatment group terbukti efektifitasnya dalam melindungi udang dari virus IMNV dan tidak ada mortalitas (kematian) udang di dalam grup ini,” urainya. Sedangkan di control group, tingkat mortalitas mencapai 43 persen.
Menurut Achmad Wahyudi, Vice President of Aquaculture Program & Data Centre (APDC) CP Prima, dari percobaan yang dilakukan sejak awal tahun 2013 lalu, kini terbukti kejadian/penyebaran penyakit udang seperti IMNV sudah lebih terkontrol. Saat ini solusi tersebut telah diterapkan di area pertambakan udang PT Centralpertiwi Bahari (CPB), anak usaha CP Prima di Lampung.
“Kini tingkat utilisasi kapasitas tambak CPB mencapai 85% dan tingkat keterjangkitan IMNV menurun sangat signifikan, yaitu di bawah angka 1%,” papar Achmad Wahyudi. Menurutnya, tentu saja penurunan ini menunjang keberhasilan budiddaya udang berkelanjutan serta meningkatkan perolehan keuntungan para petambak plasma.
Padahal dalam beberapa tahun terakhir seperti dijelaskan Achmad Wahyudi, area pertambakan udang CPB pernah menjadi area yang sangat sulit untuk budidaya karena masalah penyakit virus IMNV. Bahkan pada saat puncak outbreak IMNV di tahun 2009-2012, jumlah tambak terjangkit IMNV lebih dari 30% dari jumlah total tambak yang beroperasi. Sehingga kondisinya kala itu sangat sulit untuk melakukan budidaya udang yang berkelanjutan.

Diungkap oleh George lebih jauh, solusi yang ditemukan CP Prima sangat praktis bagi para pembudidaya yaitu dengan penggunaan pakan berformulasi khusus dan pemberian suplemen cair tertentu ke dalam air budidaya. “Formulasi dan solusinya terbuat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan alami yang melalui hasil laboratorium terbukti dapat meningkatkan imunitas alami udang sehingga mampu bertahan terhadap serangan virus penyakit,” jelas George.
Selain dapat menangkal virus, penerapan formulasi ini terbukti tidak menurunkan kualitas pakan dan udang yang diproduksi. Setelah dilakukan penelitian, SGS Indonesia—sebuah badan independen internasional terbesar yang bergerak di bidang pengawasan, penelitian dan sertifikasi global, melaporkan bahwa penggunaan formulasi ini tidak mengurangi standar tinggi kualitas pakan dan udang yang selama diterapkan oleh buyer-buyer internasional.
Direncanakan dalam waktu dekat, pakan berformulasi khusus dan suplemen cair ini akan segera diproduksi massal dan dipasarkan oleh CP Prima untuk membantu para pembudidaya udang di seluruh Indonesia yang kesulitan akibat serangan virus udang IMNV. Ia berharap dari kontribusi CP Prima ini, dapat membantu para petambak udang untuk meraih kesuksesan serta meningkatkan kesejahteraannya melalui budidaya udang.
“Atas prestasi membanggakan yang ditoreh dan kemampuan yang dimiliki ilmuwan-ilmuwan CP Prima, semakin membuat CP Prima lebih optimis dan jauh lebih siap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, terutama dari serangan penyakit-penyakit udang lainnya,” pungkas George.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
George Basoeki, Head of Corporate Communication PT Central Proteina Prima Tbk
Email: george.basoeki@cpp.co.id